Media Pembelajaran Matematika

Media pembelajaran matematika diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. Proses belajar mengajar adalah proses komunikasi antara guru dan siswa. Sebagai komunikan dalam proses pengajaran dan pembelajaran media pembelajaran matematika sangat penting, siswa dan guru berkomunikasi sesuai dengan prinsip pendidikan modern. Pengertian, ciri, manfaat, jenis dan contoh media pembelajaran matematika akan kita bahas di artikel ini.

media pembelajaran matematika

Proses komunikasi yang dapat terjadi selama proses pembelajaran adalah:

  1. Proses komunikasi dalam arah yang sama, dalam hal ini komunikasi hanya dari guru ke siswa.
  2. Komunikasi timbal balik melibatkan komunikasi antara guru dan siswa atau antara siswa dan guru.
  3. Komunikasi dalam banyak arah, komunikasi terjadi antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa atau antara siswa dan guru.

Dalam proses komunikasi, guru dapat memberikan pengetahuannya kepada siswanya, dengan tujuan agar pengetahuan dan pengalaman seorang guru juga dapat menjadi milik muridnya dapat diabntu dengan media pembelajaran matematika.

Seorang guru harus sadar bahwa proses komunikasi tidak dapat selalu berjalan dengan lancar. Bahkan proses komunikasi dapat menyebabkan kebingungan, kesalahpahaman dan mungkin kesalahpahaman. Kesalahan komunikasi untuk proses pembelajaran. Komunikasi dapat terjadi karena berbagai alasan:

  1. Guru sebagai komunikator dapat menyampaikan pesan kurang;
  2. Kekuatan perbedaan dengan siswa sebagai komunikan;
  3. Adanya perbedaan spasial dan temporal antara komunikator dengan siswa sebagai komunikan;
  4. Jumlah siswa sangat besar, sehingga sulit bagi guru sebagai komunikator untuk menghubunginya secara individu.

Untuk menghindari kemungkinan miskomunikasi, sarana harus digunakan untuk mendukung proses komunikasi, termasuk apa yang disebut media. Media yang digunakan juga disebut pendidikan media dalam proses belajar mengajar. Karena medium berfungsi sebagai elemen pendukung dalam proses komunikasi, sifat, bentuk, dan fungsi ditentukan oleh sifat, bentuk, dan tujuan komunikasi itu sendiri.

Pengertian Media Pembelajaran Matematika

Istilah media berasal dari bahasa Latin, bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Definisi umum atau pengertian media adalah segala sesuatu yang dapat mengarahkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi.

Istilah belajar yang lebih baik menggambarkan upaya guru untuk mendapatkan siswa untuk belajar. Kegiatan belajar tidak masuk akal jika mereka tidak terlibat dalam kegiatan belajar untuk siswa mereka. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika pembelajar aktif mengalami proses pembelajaran. Seorang guru tidak dapat mewakili pembelajaran siswa. Tidak dapat dikatakan bahwa seorang siswa hanya belajar karena dia ada di ruangan dengan guru yang mengajar.

Mengajar tidak harus selalu dipahami sebagai kegiatan yang menyajikan topik. Meskipun penyajian topik sebenarnya merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, itu bukan satu-satunya. Ada banyak cara lain yang bisa dipelajari guru. Tugas guru adalah bahwa setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber belajar yang tersedia.

Pengertian media pembelajaran matematika adalah media yang digunakan dalam pembelajaran matematika termasuk bahan ajar guru serta sarana komunikasi dari sumber belajar untuk penerima pesan pembelajaran. Sebagai presenter dan distributor pesan, media pembelajaran matematika dapat, dalam kasus-kasus tertentu, menjadi guru yang menyajikan informasi pembelajaran kepada siswa. Jika program media telah dirancang dan dikembangkan dengan baik, fungsi akan direproduksi oleh media tanpa keberadaan guru.

Meningkatnya peran media sering menjadi sumber keprihatinan bagi guru. Tapi sebenarnya itu tidak harus terjadi, ada banyak tugas lain dari guru: perhatian dan bimbingan individu untuk siswa yang kurang mendapat perhatian. Kondisi ini terjadi selama guru melihat dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Jika guru menggunakan media pembelajaran yang berbeda dengan baik, dia dapat berbagi peran dengan media.

Peran guru lebih cenderung ditentukan sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi di mana siswa dapat belajar. pengertian media pembelajaran matematika tersebut yaitu guru bertindak sebagai konsultan, mentor, motivator dan fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar. Secara umum, keunggulan media pembelajaran adalah memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.

Manfaat Media Pembelajaran

1. Pengajuan materi pembelajaran dapat distandarisasi

Media pembelajaran dapat membantu menghindari interpretasi yang berbeda antara guru dan mengurangi insiden kesenjangan informasi antara siswa dimanapun mereka berada.

2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan lebih menarik

Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna dengan cara alami dan melalui manipulasi, sehingga guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.

3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

Media akan memiliki komunikasi dua arah aktif sementara guru tanpa media cenderung berbicara dalam satu arah.

4. Efisiensi waktu dan tenaga

Dengan media, tujuan pembelajaran lebih mudah dicapai dengan sedikit usaha. Guru tidak harus berulang kali menjelaskan materi ajar, karena presentasi menggunakan media akan membantu siswa memahami pelajaran.

5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa

Media pembelajaran dapat membantu siswa belajar lebih banyak dan lebih banyak Mandala. Ketika siswa hanya mendengar informasi verbal dari guru, mereka tidak memahami pelajaran. Namun, memperkaya mereka dengan melihat, menyentuh, merasakan, dan mengalami media akan membantu siswa memahami.

6. Media memungkinkan belajar di mana saja dan kapan saja

Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan aktivitas belajarnya secara lebih bebas di mana saja dan kapan saja, tanpa harus bergantung pada seorang guru. Kita harus mengakui bahwa waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan sebagian besar waktu di luar lingkungan sekolah.

7. Media dapat mempromosikan sikap positif

Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, mendorong siswa untuk mencintai sains, dan mencari sumber pengetahuan mereka sendiri. Guru dapat berbagi peran mereka dengan media sehingga mereka memiliki waktu untuk fokus pada aspek lain dari pendidikan, seperti kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, pembelajaran motivasi, dan sebagainya.

Mengapa perlu media pembelajaran matematika?

1. Objek matematika abstrak dan perlu ditunjukkan media pembelajaran matematika

Dengan alat belajar matematika abstrak materi matematika diwakili dalam pendekatan konkret, ada visualisasi dan kelebihan mempelajari materi dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran matematika yang tepat untuk siswa, mutlak perlu menggunakan alat peraga sebagai media pembelajaran matematika untuk memfasilitasi pengenalan konsep matematika bagi siswa.

2. Sifat materi matematika tidak mudah dimengerti

Materi matematika adalah abstrak. Ini tidak membuat materi matematika mudah dimengerti bagi sebagian besar siswa. Dengan alat belajar matematika, siswa harus berpartisipasi lebih aktif. Mereka tidak hanya melihat, mendengar, dan memperhatikan, mereka juga perlu berlatih, sehingga para pemikir dan pembelajaran praktis dapat dicapai oleh siswa itu sendiri.

Sebagai contoh, dalam metode eliminasi, setiap langkah yang perlu dilakukan ketika disajikan dalam bahan ajar tidak akan disimpan oleh siswa, tetapi dipahami, ia membangun konsepnya sendiri dan mengetahui alasan untuk setiap langkah. Itulah pentingnya media pembelajaran matematika.

3. Hirarki matematika sangat ketat dan kaku.

Dalam matematika, materi diperlukan untuk berpindah ke materi berikutnya. Hirarki pembelajaran Gagne harus top-down atau top-down. Ini dimulai dengan menempatkan keterampilan, pengetahuan atau kemampuan yang menjadi salah satu tujuan dari proses pembelajaran di puncak hirarki pembelajaran, diikuti oleh keterampilan, pengetahuan atau pengetahuan tentang prasyarat yang harus mereka pelajari terlebih dahulu sehingga mereka dapat mempelajari keterampilan di atas.

Hierarki matematis ketat dan kaku, yang berarti bahwa pemecahan masalah membutuhkan sebagai prasyarat aturan yang ditetapkan, prinsip, dan konsep yang memerlukan konsep konkret sebagai prasyarat berikutnya. Media dengan demikian diperlukan untuk mengarah pada pembelajaran kebiasaan dalam matematika, yang urutannya matematis dan cenderung kaku.

4. Aplikasi matematika kurang nyata

Untuk siswa, orang menyadari bahwa aplikasi matematika kurang nyata, bahkan siswa menganggap bahwa matematika adalah kumpulan angka dan simbol. Karena itu, media diperlukan agar matematika dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, siswa juga dapat mempelajari konsep-konsep dalam matematika.

5. Pembelajaran matematika harus fokus

Matematika tidak mudah dipahami, dan hierarki kaku, yang membuat belajar matematika menjadi sulit. Jadi siswa perlu fokus pada memiliki guru menjelaskan materi matematika, sementara sebagian besar guru menggunakan metode ceramah dalam belajar. Akibatnya, siswa menjadi bosan dan bosan belajar matematika, sehingga guru perlu memiliki kreativitas dalam belajar matematika. Alat peraga dapat membantu guru mengajarkan ide atau ide pembelajaran matematika agar siswa lebih aktif dan tidak bosan.

6. Matematika menakutkan dalam pandangan siswa

Pandangan siswa saat ini tentang matematika tidak baik, mereka berpikir belajar matematika itu menakutkan, tegang, bosan dan melakukan banyak pekerjaan rumah. Ini karena guru tidak dapat mengkomunikasikan materi matematika yang kaku sehingga dapat diterima dan dipahami oleh siswa. Pembelajaran matematika di sekolah biasanya dimulai dengan ketentuan definisi atau makna objek yang intuitif, diikuti oleh pengoperasian objek, dan diakhiri dengan contoh dan banyak tugas atau pekerjaan rumah sebagai latihan.

Dalam pendidikan matematika, ada banyak siswa yang berpikir bahwa matematika itu sulit, penuh dengan rumus dan angka. Sebelum kegiatan belajar dimulai, para siswa telah menyerah dan merasa tidak mampu menguasai subjek yang akan diajarkan. Non-aktif dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Untuk alasan ini, alat peraga dapat membantu guru untuk mengubah paradigma yang telah berkembang di masyarakat pada umumnya dan siswa pada khususnya.

7. Kemampuan kognitif siswa masih konkrit

Pada dasarnya, kemampuan kognitif siswa adalah konkrit sementara materi matematika abstrak. Ini akan menjadi kendala bagi siswa yang belajar matematika. Namun, untuk memahami konsep dan prinsip, mereka harus memiliki pengalaman dengan benda-benda konkrit. Suatu konsep dimunculkan melalui manipulasi dan pengamatan benda-benda konkret. Oleh karena itu, peran media pembelajaran matematika / alat peraga dalam belajar matematika sangat penting dalam memahami suatu istilah atau prinsip.

Ketika belajar matematika, media pembelajaran merupakan aspek penting yang dapat mendukung pembelajaran. Fitur media pembelajaran ini membantu anak-anak memahami materi yang diberikan oleh guru. Siswa akan lebih mudah memahami karena media pembelajaran biasanya sesuatu yang konkret. Kami sering menyebut pembelajaran media dalam alat peraga matematika matematika. Apa beberapa contoh alat peraga matematika sebagai alat bantu mengajar dalam belajar? Berikut ini ulasannya.

Pembelajaran Dengan Media

Pembelajaran dengan sebuah media dapat ditautkan dengan beberapa hal, diantaranya:

  1. Pembentukan konsep
  2. Memahami konsep
  3. Pelatihan dan penguatan
  4. Layanan untuk perbedaan individu, termasuk layanan untuk anak-anak yang lemah dan anak-anak yang sangat berbakat
  5. Pengukuran, yaitu alat peraga yang dapat digunakan sebagai alat ukur
  6. Mengamati dan menemukan ide-ide baru dan hubungan baru dan kesimpulan umum mereka; Bahan ajar sebagai subjek penelitian sekaligus sebagai instrumen penelitian
  7. Pemecahan masalah secara umum
  8. Menumbuhkan minat dalam berpikir
  9. Menumbuhkan minat dalam diskusi
  10. Buat siswa sadar bahwa mereka terlibat aktif dalam proses belajar mengajar

Ciri Alat Peraga

  1. Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat).
  2. Bentuk dan warna yang menarik.
  3. Sederhana dan mudah ditangani.
  4. Ukuran sesuai dengan tinggi anak (seimbang).
  5. Dapat mewakili konsep matematika dalam bentuk nyata, gambar atau diagram.
  6. Menurut konsep matematika.
  7. Dapat secara jelas mewakili konsep matematika.
  8. Demonstrasi dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan konsep pemikiran abstrak siswa.
  9. Jika kita berharap bahwa siswa belajar secara aktif (secara individu atau dalam kelompok), alat peraga yang digunakan dapat disentuh, dipegang, dipindahkan, dimainkan, dipasangkan dan dihapus (diambil dari pengaturan).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan materi pendidikan memiliki dampak positif pada kreativitas dan memori anak. Sekarang tidak ada alasan lain yang menghalangi kami menggunakan alat peraga matematika. Beberapa contoh alat peraga matematika yang dapat kita coba untuk memotivasi anak-anak untuk belajar matematika adalah sebagai berikut.

Jenis dan Macam Media Pembelajaran Matematika

1. MANUAL

Fitur dari media manual adalah:

a. Transmisi pesan melalui simbol-simbol visual

b. Beton dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu

c. Dapat menyelesaikan masalah di area masalah dan pada usia berapa pu

d. Berisi pesan interpretatif

2. ELEKTRONIK

Fitur-fitur media elektronik (Microsoft Power Point / Macro Flash Media) adalah:

a. Media ini menarik untuk digunakan sebagai alat presentasi. Ini menawarkan berbagai fungsi pilihan warna dan gambar, pengolah kata, dan animasi yang dapat diproses sesuai dengan kreativitas pengguna.

b. Pada dasarnya, program ini terdiri dari beberapa elemen tampilan dan kontrol operasi. Elemen yang dimaksudkan terdiri dari slide, teks, gambar, dan contoh yang dapat dikombinasikan dengan latar belakang yang tersedia.

Contoh Media Pembelajaran Matematika

1. Alat peraga kekekalan luas

Luas daerah bujur sangkar, luas daerah persegi panjang, tangram, luas permukaan kubus, dan lain-lainnya.

2. Alat peraga kekekalan panjang

Tangga garis bilangan, mistar hitung, neraca bilangan, Coisenaire.

3. Alat peraga kekekalan volume

Blok Dienes, volume kubus, volume balok, volume bola, volume kerucut, volume limas.

4. Alat peraga kekekalan Jumlah

Abacus Biji (Romawi, Rusia, dan Cina/Jepang), lidi dan kartu nilai tempat.

5. Alat peraga untuk pengukuran dalam matematika

Meteran, klinometer, jangka sorong, busur derajat, roda meteran, hypsometer, jepit bola, dan lain-lainya.

6. Jaring-jaring geometri

Pengubinan daerah segitiga, Macam-macam daerah segitiga, pengubinan daerah segi banyak, pengubinan daerah lingkaran, pengubinan daerah ellips, kerangka benda ruang dan benda-benda ruang.

7. Alat peraga untuk permainan dalam matematika

Mesin fungsi, menara Hanoi, mobiles, kartu domino, kartu penebak angka, nomograf, dan lain-lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *